SOP Kangkung Full Power

Teknis Budidaya Kangkung
(Ipomoea Reptans Poir)
Full Power

SYARAT TUMBUH

Tanaman Kangkung dapat tumbuh dari dataran rendah sampai dataran tinggi dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran menengah (0 – 800 mdpl.)

Tanaman kangkung juga membutuhkan tanah datar bagi pertumbuhannya, sebab tanah yang memiliki kelerengan tinggi tidak dapat mempertahankan kandungan air secara baik.

Jumlah curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 800 – 1200 mm/tahun.

Suhu lingkungan yang cocok untuk untuk budidaya tanaman kangkung berada pada kisaran 20 – 280°C.
pH yang baik untuk pertumbuhan tanaman kangkung adalah 5,5 – 7.

Tanaman kangkung membutuhkan sinar matahari penuh selama 8 jam perhari.

Kelembapan udara yang diperlukan di bawah 60%.

Kelembaban tanah yang diperlukan 80 – 100%.

Ada empat jenis Kangkung yang dibudidayakan :

  • Kangkung Sawah (Lowland) adalah kelompok yang paling dikenal, tumbuh liar di rawa-rawa dangkal dan persawahan yang terbengkalai. Ini yang secara tradisional dimakan orang.
  • Kangkung Darat atau Kelompok Alba, pernah dikenal sebagai Ipomoea Reptans Poir, tetapi nama ini sekarang dianggap tidak valid. Kangkung Darat berdaun lebih sempit dan lebih adaptif pada lahan kering, sehingga dapat ditanam di tegalan atau bahkan kebun.
  • Kangkung jenis Rubra atau Kangkung Keunguan. Kelompok ini daun dan bunganya memiliki semu warna merah atau ungu, berdaun agak lebar tetapi juga adaptif pada lahan kering.
  • Kangkung Kering atau Kelompok Upland, dikenal dalam bahasa kanton sebagai Hon Ngung Choi.

PERSIAPAN

Biji Kangkung yang dijadikan untuk benih harus memenuhi syarat sehat secara fisik dan tidak cacat (tidak ada luka dan keropeng), tidak kadaluwarsa dan matang secara usia untuk dijadikan benih.

Sebelum dilakukan penanaman lakukan perawatan benih dengan :

  • Metode menanam benih langsung
    Dengan cara rendam benih dengan Fungisida & Bakterisida “Zephyr” 2 gr/ltr + Radix 2 ml/ltr selama 15 – 30 menit setelah itu tiriskan atau kering anginkan kemudian tanam benih pada lahan yang sudah dipersiapkan.

    Keuntungan :
    Penanaman benih langsung tidak membutuhkan tambahan waktu untuk menunggu benih berkecambah sebelum tanam.

    Kekurangan :
    Kita tidak tahu daya tumbuh benih tersebut bagus atau tidak sehingga memerlukan penyulaman tanaman yang tidak tumbuh dan biaya penyulaman.

  • Metode menanam benih yang sudah berkecambah
    Rendam benih dengan Fungisida & Bakterisida “Zephyr” 2 gr/ltr + Radix 2 ml/lt selama 15 – 30 menit setelah itu tiriskan atau kering anginkan dan taruh pada wadah peram untuk mempercepat proses perkecambahan. Tunggu 3 – 5 hari. Setelah kecambah tumbuh letakkan kecambah tersebut pada wadah datar kemudian spray bibit dengan Fungisida & Bakterisida “Zephyr” 4 gr/ltr + Radix 4 ml/ltr.

    Keuntungan :
    Mudah untuk mengontrol dan pemeliharaan benih dan bibit tanaman. Penanaman menggunakan biji yang sudah berkecambah bertujuan untuk menghindari penanaman biji yang tidak tumbuh (gabuk). Kita bisa menyortir benih yang tidak layak atau kurang daya tumbuhnya sehingga kita hanya akan menanam benih yang benar-benar sudah tumbuh sehingga minim dalam melakukan pekerjan penyulaman.

    Kekurangan :
    Kita membutuhkan tambahan waktu, alat, dan tenaga untuk memproses benih sampai berkecambah.

-14 Hst Pengolahan Lahan

Pengolahan tanah dianjurkan jangan terlalu basah cenderung kering. Sebaiknya tanah dibajak dan digaru bila menggunakan mekanisasi atau dicangkul dibalik dan diistirahatkan selama 1 minggu agar tanah mempunyai aerasi yang baik, dengan maksud agar bakteri dan jamur yang merugikan ditekan pertumbuhannya karena terkena sinar matahari langsung yang tadinya tidak bisa menembus lapisan yang ada di bawah permukaan tanah.

Buat bedengan menggunakan alat cultivator atau membuat bumbunan dengan cangkul, barisan bedengan yang akan ditanami setinggi 30 – 40 cm (atau sesuaikan dengan tinggi irigasi setempat) dan lebar 100 cm.

Berikan pupuk dasar saat pembuatan bedengan dan aduk rata pada seluruh ketinggian barisan bedengan :

Pupuk Kompos / Super Kompos “ZOOMASS” Minimal 6.000 kg/Ha/tahun
Guano Soil 500 kg/Ha
Java Zet-K 150 kg/Ha
BIO FOSFAT+++ 500 kg/Ha

Barisan bedengan disiram/dilembabkan dengan air bersih + Radix 3 ml/ltr + Nematisida dan tutup dengan mulsa hitam perak.

Pembuatan Cem-ceman

Air Bersih 200 liter
Pupuk Kandang Fermentasi / Super Kompos “ZOOMASS” 30 kg
BIO FOSFAT+++ 10 kg

-7 Hst Spray Herbisida pra tumbuh

0 Hst Penanaman Benih

  • Jarak antar bedengan 100 – 50 – 100 – 50 cm atau 200 – 50 – 200 – 50 cm.
  • Jarak antar baris 10 cm.
  • Jarak dalam baris 10 cm (system garitan atau zig-zag.)
  • Kedalaman lubang 3 – 5 cm, kebutuhan benih 8,5 kg – 10 kg/ha.
  • 1 lubang 2 benih atau bibit.
  • Jumlah populasi 650.000 – 700.000 rumpun/tanaman.
  • Airi lahan tanam hingga kelembapan 80 –100%.

7 Hst Spray pada daun dan pangkal batang bawah

NPK Super Folium 1 gr/ltr
Java Green 0.5 gr/ltr
Java Higros Calsium 1 gr/ltr
Radix 2 ml/ltr

10 Hst Dikocorkan pada pangkal batang bawah

Cem-ceman 200 ml/tanaman
NPK BLACK “ION” 1 gr/ltr
Java Green 0.5 gr/ltr

Pengendalian HPT
Spray :

Zephyr 1 gr/ltr
X-ZO 1 ml/ltr
Plasto+ (perekat) 0.25 ml/ltr
Insektisida Sistemik + Kontak Dosis sesuai anjuran produsen

14 Hst Dikocorkan pada pangkal batang bawah

Cem-ceman 200 ml/tanaman
Java Green 1 gr/ltr
NPK BLACK “ION” 1 gr/ltr

15 Hst Perawatan

Lakukan penyiangan gulma secara rutin dan lebih baik hindari penggunaan herbisida. Bila timbul gejala serangan HPT (Hama Penyakit Tanaman) gunakan pestisida yang tepat dan aman.

17 Hst Spray pada daun dan pangkal batang bawah

NPK Super Folium 2 gr/ltr
Java Green 2 gr/ltr
Big Phospor 1 ml/ltr

Pengendalian HPT
Spray :

Zephyr 2 gr/ltr
X-ZO 1 ml/ltr
Plasto+ (perekat) 0.25 ml/ltr
Insektisida Sistemik + Kontak Dosis sesuai anjuran produsen

20 Hst Spray pada daun dan pangkal batang bawah

NPK Super Folium 2 gr/ltr
Java Green 2 gr/ltr
Big Phospor 1 ml/ltr

23 Hst Spray pada daun dan pangkal batang bawah

NPK Super Folium 2 gr/ltr
Java Green 2 gr/ltr
Big Phospor 1 ml/ltr

Pengendalian HPT
Spray :

Zephyr 2 gr/ltr
X-ZO 1 ml/ltr
Plasto+ (perekat) 0.25 ml/ltr
Insektisida Sistemik + Kontak Dosis sesuai anjuran produsen

26 Hst Spray pada daun dan pangkal batang bawah

NPK Super Folium 2 gr/ltr
Java Green 2 gr/ltr
Big Phospor 1 ml/ltr

PERAWATAN

  • Airi lahan hingga kelembapan mencapai 80 – 100% dengan air bersih, sebaiknya gunakan gembor.
  • Lakukan penyiangan atau pembersihan gulma secara rutin sesuai pertumbuhan gulma disekitar tanaman kangkung saat umur 10 – 15 Hst.

PANEN

Kangkung Cabut :
Panen kangkung bisa dengan mencabut tanaman kangkung hingga ke akarnya bisa dilakukan pada saat umur tanaman 25 – 30 Hst.

Keuntungan :
Lebih cepat waktu pemanenan sehingga biaya tenaga kerja lebih murah.

Kangkung Potong :
Dengan memotong pangkal batang kangkung kira-kira 2 – 3 cm dari pangkal batang utama agar tidak busuk.

Keuntungan :
Pemanenan dengan cara pemotongan lebih menguntungkan karena setelah 5 – 7 hari kemudian dapat dilakukan pemanenan kembali.

SKEMA JARAK TANAM