SOP Singkong Full Power.Ver.1

Teknis Budidaya Tanaman Singkong atau Ubi Kayu
(Manihot Esculenta)
ver-1 Full Power

 

SYARAT TUMBUH

Tanaman Singkong (Manihot Utilissima) tumbuh optimal pada ketinggian antara 10-400 mdpl, tapi dapat tumbuh baik sampai di atas 800 mdpl (tergantung varietas), dan lokasi budidaya terbaik pada 20° lintang utara dan 20° lintang selatan meskipun dapat beradaptasi dengan baik pada 30° lintang utara dan 30° lintang selatan.

Tanaman Singkong memerlukan sinar matahari penuh dengan lama penyinaran 10 jam/hari dan optimal 12 jam/hari. Tanaman Singkong memerlukan suhu yang optimal antara suhu 24 – 300 ºC. Kelembaban udara yang ideal bagi tanaman Singkong 60 – 65%..

Jenis tanah yang cocok untuk tanaman Singkong menghendaki tanah yang subur, gembur, kaya akan organik, tidak becek tergenang air. pH tanah yang ideal untuk tanaman Singkong adalah antara 6 – 6.5, tapi dapat tumbuh dengan baik hingga pH 8. Pada lahan Open Field atau lahan terbuka, curah hujan yang ideal adalah 1500 – 2000 mm/tahun dan tanaman Singkong tahan terhadap kekeringan.
 

PERSIAPAN

Bibit

  • Pemilihan bibit yang baik minimal umur tanaman 7 bulan dan maksimal 14 bulan.
  • Bibit yang baik adalah bagian batang tengah, di atas 20 cm dari pangkal batang bawah dan di bawah 50 cm dari pucuk atas.

Teknik Pemotongan bibit

  1. Teknik Konventional potong 15-20 cm dengan pisau atau alat pemotong yang tajam dengan sudut miring atau datar.
  2. Teknik Mukibat, menyambung atau stek okulasi 2 jenis varietas, sisi bagian bawah yang ditanam jenis singkong biasa dan bagian yang atas jenis Singkong Karet atau Racun (bhs.jawa Singkong Gendruwo atau singkong yang bentuknya besar atau raksasa, tingginya bisa mencapai 10 m) hasil panennya tinggi tapi umur panennya agak panjang.
  3. Teknik Semi Full Power, potong 20 cm datar, dengan gergaji kayu tetapi tidak boleh melukai batang utama agar titik tumbuhnya akar dan Tuber Root (akar umbi) lebih banyak.
  4. Teknik Full Power (“Pile Up System” by Javamas), potong 25 cm dengan gergaji kayu dan kerat melingkar diameter batang bibit dengan jarak 5 cm dari bagian bawah yang akan ditanam atau dibenamkan, dengan kedalaman kerat sampai lapisan kambium (bagian licin di bawah kulit luar batang) hilang.

 

Perlakuan bibit

    • Rendam selama min 1 jam dan maksimal 3 jam sebelum ditanam, bagian ujung tumbuh atau bagian yang ditanam dan bagian keratan (teknik Full Power) dengan :

      Radix 10 ml/ltr
      NPK Folium 1 gr/ltr
      Zephyr (Fungisida atau Bakterisida) 1 gr/ltr

 

-14 hst PENGOLAHAN LAHAN

Pengolahan tanah dianjurkan jangan terlalu basah, cenderung kering. Sebaiknya tanah dibajak dan digaru sedalam 40 cm dapat menggunakan mekanis atau manual, dibalik dan diistirahatkan selama 1 minggu agar tanah mempunyai aerasi yang baik, dengan maksud agar bakteri dan jamur yang merugikan ditekan pertumbuhannya karena terkena sinar matahari langsung yang tadinya tidak bisa menembus lapisan yang ada di bawah permukaan tanah.

Berikan pupuk dasar saat pembuatan bedengan atau sepanjang rencana barisan yang akan ditanam dan aduk rata dengan tanah pupuk dasar tersebut;

Pupuk kandang fermentasi (Super kompos “ZOOMASS”) 7-15 ton/Ha/Tahun
Guano Soil (bila jenis tanahnya liat dan lengket) 500 kg/Ha
ZA (bila kandungan organik tanahnya rendah <5%) 200 kg/Ha

(Bila tanah sudah kaya kandungan organik tidak perlu ZA lagi)

Java Zet-K 300 kg/Ha
BIO FOSFAT+++ 250 kg/Ha

Tujuan dari pupuk organik dan mineral mikro diberikan sebelum olah lahan adalah, agar bisa tercampur merata pada saat tanah diolah dan berfungsi menaikkan pH, KTK, memperbaiki daya dukung tanah, porositas serta daya cekam terhadap air.

 

0 hst Penanaman Benih

  • Sistem Full Power tanam Double Row atau Tram Line dengan jarak tanam 80 cm dalam barisan dan jarak barisan Double Row 80 cm, jarak antar Double Row 165 cm = populasi +12.000-14.000 pohon/Ha.
  • Sistem tanam Konventional menggunakan jarak tanam 100×100 cm atau 80×80 cm = populasi +10.000 s/d + 15.000 pohon/Ha.
  • Arah barisan utara-selatan.
  • Sistem tanam yang terbaik dengan membuat bedengan barisan atau bedengan melingkar tiap tanaman dengan tinggi 40 cm.

 

 Spray pada pangkal batang bawah

(setelah selesai menanam bibit)

NPK Super Folium 2 gr/ltr
Radix 1 ml/ltr
Zephyr 1 gr/ltr

 

15 hst Spray pada daun dan pangkal batang bawah

NPK Super Folium 3 gr/ltr
Radix 1 ml/ltr
Zephyr 1 gr/ltr
X-ZO 2 ml/ltr
Plasto+ (perekat) 0.25 ml/ltr

 

30 hst Spray pada daun dan pangkal batang bawah

NPK Super Folium 3 gr/ltr
Radix 1 ml/ltr
Zephyr 1 gr/ltr
X-ZO 2 ml/ltr
Plasto+ (perekat) 0.25 ml/ltr

Perawatan dengan mewiwil atau merempesi tunas yang tidak efektive, dan menyisakan 2 tunas yang baik.
 

45 hst Spray pada daun dan pangkal batang bawah.

NPK Super Folium 3 gr/ltr
Radix 2 ml/ltr
Zephyr 1 gr/ltr
X-ZO 2 ml/ltr
Plasto+ (perekat) 0.25 ml/ltr

 

60 hst Spray pada daun dan pangkal batang bawah

NPK Super Folium 3 gr/ltr
Radix 1 ml/ltr
X-ZO 2 ml/ltr
Plasto+ (perekat) 0.25 ml/ltr

Mengendalikan gulma di sekitar tanaman.
Bila tidak menggunakan sistem bedengan, lakukan pembumbunan pada batang bawah tanaman.
 

90 hst Spray pada daun dan pangkal batang bawah

NPK Super Folium 3 gr/ltr
Big Phospor 2 ml/ltr
Java Green 2 gr/ltr
Radix 1 ml/ltr
Zephyr 1 gr/ltr
X-ZO 2 ml/ltr
Plasto+ (perekat) 0.25 ml/ltr

 

120 hst Spray pada daun dan pangkal batang bawah

NPK Super Folium 3 gr/ltr
Big Phospor 2 ml/ltr
Java Green 2 gr/ltr
Radix 1 ml/ltr
Zephyr 1 gr/ltr
X-ZO 2 ml/ltr
Plasto+ (perekat) 0.25 ml/ltr

Mengendalikan gulma di sekitar tanaman.

 

150 hst Spray pada daun dan pangkal batang bawah

NPK Super Folium 3 gr/ltr
Big Phospor 2 ml/ltr
Java Green 3 gr/ltr
Zolagen 2 ml/ltr
Zephyr 1 gr/ltr
X-ZO 2 ml/ltr
Plasto+ (perekat) 0.25 ml/ltr

 

180 hst Spray pada daun dan pangkal batang bawah

NPK Super Folium 3 gr/ltr
Big Phospor 2 ml/ltr
Java Green 3 gr/ltr
Zolagen 2 ml/ltr
Zephyr 1 gr/ltr
X-ZO 2 ml/ltr
Plasto+ (perekat) 0.25 ml/ltr

 

210 hst Spray pada daun dan pangkal batang bawah

NPK Super Folium 3 gr/ltr
Big Phospor 2 ml/ltr
Java Green 3 gr/ltr
Zolagen 2 ml/ltr
Zephyr 1 gr/ltr
X-ZO 2 ml/ltr
Plasto+ (perekat) 0.25 ml/ltr

Mengendalikan gulma di sekitar tanaman.

 

PANEN

Umur tanaman Singkong bervariasi antara umur 8-11 bulan, tergantung varietasnya.